Konstruksi Analisa Silang Mahjong Wild Deluxe Strategi Sicbo Teknik Optimasi RTP Live Gates of Olympus Pemetaan Strategi Adaptif RTP Live Starlight Princess Analisa Pola Mahjong Wins 3 Teknik Validasi Modern Eksplorasi Pola Terstruktur Mahjong Ways 2 Integrasi Taktik Blackjack dan Analisa RTP Live Olympus Metode Komparatif Strategi Baccarat Analisa Mahjong Wild Deluxe Teknik Sinkronisasi RTP Live Sweet Bonanza
FTS UIKA Bogor
FTS UIKA Bogor
FTS UIKA Bogor
FTS UIKA Bogor
FTS UIKA Bogor
Planting Seeds in the Hearts of Preschooler
  • Administrator
  • 21 Nov, 2024

Dr. Rimun Wibowo, SP., MSi. selaku pembina Atmawana (yang juga sebagai Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan FTS UIKA) menjadi Pembina Upacara PELEPASAN PESERTA DIKSAR ANGKATAN XXVII MAPALA ATMAWANA UIKA, Rabu, 20 November 2024 | Kampus Universitas Ibn Khal

Dr. Rimun Wibowo, SP., MSi. selaku pembina Atmawana (yang juga sebagai Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan FTS UIKA) menjadi Pembina Upacara PELEPASAN PESERTA DIKSAR ANGKATAN XXVII MAPALA ATMAWANA UIKA, Rabu, 20 November 2024 | Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.  

Turut hadir memberi pengarahan Wakil Rektor III, Dr. Hambari, MA, yang diwakili oleh Kepala Unit Career Center, Ritzkal, S.Kom., M.Kom. yang tidak lain merupakan dosen Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Sain UIKA Bogor. Wakil Rektor III UIKA, melalui Ritzkal, menyampaikan pesan untuk menjaga etika dan menjauhkan segala bentuk perpeloncoan. ?Kegiatan ini harus menjadi sarana pembentukan karakter yang positif tanpa ada unsur paksaan,? tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan peserta dan memastikan ketersediaan makanan yang layak serta sesuai preferensi.  

Dr. Rimun Wibowo, memuji organisasi ini sebagai wadah pembentukan softskill dan hardskill. ?Di Atmawana, mahasiswa dilatih kepemimpinan, penyelesaian konflik, manajemen waktu, empati, kedisiplinan serta akhlaqul karimah. Selain itu, hampir semua tahapan pembinaan melibatkan fisik, seperti mendaki, survival, dan penelitian lingkungan biofisik maupun sosial,? jelasnya.  

Dr. Rimun juga mengapresiasi perubahan besar Atmawana yang telah meninggalkan tradisi perpeloncoan. ?Kini kegiatan lebih terarah, bermanfaat, dan membangun kemampuan peserta,? tambahnya.